Bacaan Popular

Jumaat, 7 Jun 2013

Alangkah Bahagianya! Bila Dapat Berkumpul Bersama Keluarga di Syurga



Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Masuk syurga harus menjadi cita-cita dan harapan tertinggi setiap mukmin. Di sana semua kebahagiaan dan nikmat yang diinginkannya tersedia. Tidak ada kenikmatan yang melebihi nikmat-nikmat di sana. Karenanya, ia merasa ringan dan senang dalam mengemban perintah dan menjauhi larangan dalam Islam.

Kebahagiaan di syurga semakin sempurna dengan dikumpulkannya seorang mukmin bersama keluarga besarnya dari kalangan bapak-bapak, pasangan, dan anak keturunan mereka. Darejat mereka yang lebih rendah akan dinaikkan sehingga menyamai yang lebih tinggi agar bisa berada di satu tempat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,


وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keredhaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu." (QS. Al-Ra'du: 22-23).....

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam menafsirkan "Yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya," maksudnya: Allah mengumpulkan mereka bersama orang-orang yang mereka cintai di dalamnya (syurga 'Adn); yaitu bapak-bapak, isteri-isteri, dan anak-anak mereka dari kalangan orang-orang beriman yang berhak masuk syurga. Supaya hati mereka bahagia karena dapat berkumpul dengan mereka. Sehingga diangkatlah derajat mereka yang lebih rendah kepada derajat yang lebih tinggi sebagai pemberian dan kebaikan dari Allah, tanpa dikurangi darejat orang yang lebih tinggi. Sebagaimana firman Allah,


وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شِيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Al-Thuur: 21)

Ibnu Abbas berkata dalam menafsirkan ayat ini, "Sesungguhnya Allah akan mengangkat (meninggikan derajat) anak-anak seorang mukmin pada tingkatannya walau amal mereka ada di bawahnya supaya gembira hatinya." Kemudian beliau membaca,


وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شِيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Al-Thuur: 21)

Kesimpulan ini dikuatkan ayat lain dari doa malaikat untuk hamba-hamba beriman, agar kaum mukminin dimasukkan ke dalam syurga bersama orang-orang shalih dari bapak-bapak mereka, pasangan-pasangan mereka, dan keturunan-keturunan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,


رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ghaafir: 8)

Ibnu Katsir menjelaskan tentang maksudnya: "Kumpulkan mereka semua agar bahagia hati mereka dengan berkumpul di tempat yang bersebelahan. Sebagaimana firman Allah, "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Al-Thuur: 21) yakni: kami samakan (kumpulkan;-pent) setiap mereka di satu tempat, supaya mereka bahagia. Kami tidak kurangi yang derajatnya tinggi sehingga sama dengan yang derajatnya rendah, tetapi kami angkat yang amalnya kurang lalu kami samakan ia dengan yang banyak amalnya, sebagai kurnia dan pemberian dari Kami." (Lihat Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat di atas)

Perlu di catat, bahwa yang membuat mereka berkumpul di syurga bukan semata karena nasabnya. Tapi karena adanya iman dan amal shaleh yang menjadikan mereka masuk syurga. Karena di sana disebutkan, "dan orang-orang yang saleh . ." yakni yang benar iman dan amal sholehnya. (Lihat: Tafsir al-Sa'di: 732)
. . . adanya iman dan amal shaleh yang menjadikan mereka masuk syurga . . .

Fatwa Lajnah Daimah


Jawaban dari Fatawa al-Lajnah al-Daimah: 2/409 berkaitan persoalan ini menguatkan kesimpulan di atas, "Allah 'Azza wa Jalla mengabarkan bahwa dengan kurnia, pemberian, dan kemurahan-Nya akan mempertemukan anak-anak keturunan kaum mukminin dengan bapak-bapak mereka dalam satu tempat walau amal mereka tidak mencapai derajat amal bapak-bapak mereka. Allah Maha Mahaagung berfirman,


وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شِيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ


"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Al-Thuur: 21)

. . . Allah 'Azza wa Jalla mengkhabarkan bahwa dengan karunia, pemberian, dan kemurahan-Nya akan mempertemukan anak-anak keturunan kaum mukminin dengan bapak-bapak mereka dalam satu tempat . . .




Fatwa Syaikh UtsaiminSyaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata dalam Fatawa Nuur 'Alaa al-Darb,"Apabila seseorang masuk syurga, apakah ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya? Ya, ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya dan orang-orang yang membuat hatinya senang, berdasarkan firman Allah, "Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (QS. Al-Zukhruf: 71)


Bahkan, seseorang akan berkumpul bersama anak-anaknya di satu manzilah jika sebelumnya seorang anak berada di bawah manzilah (tingkatan)-nya. Sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Al-Thuur: 21)


Penutup


Karenanya, seorang mukmin haruslah juga berusaha untuk men-shalih-kan orang-orang dekat dan dicintainyan melalui nasihat, dakwah, mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Jangan pula ditinggalkan untuk memohonkan ampunan dan mendoakan kebaikan untuk mereka dari orang tuanya, isterinya, anaknya, dan kerabat-kerabat dekatnya. Harapannya, ia akan berkumpul bersama keluarga besarnya di syurga dengan penuh kebahagiaan dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga kita semua termasuk orang yang mendapat kesempurnaan nikmat ini di akhirat. Aamiiin...

kredit:ustazcyber


Salam Ukhuwah..~

Khamis, 6 Jun 2013

Khasiat Daun Kari



Daun kari mempunyai khasiat perubatan yang tinggi dan digunakan dengan meluas dalam perubatan Ayurveda di India. Daun kari mempunyai nilai sebagai antioksidan, anti-diabetes, antimikrob, anti-inflamasi, Hepatoprotektor, anti-hiperkolesterolemia dan lain-lain lagi. Daun kari juga dikatakan baik untuk penjagaan rambut yang panjang dan sihat. Selain dari itu daun kari juga dapat mencegah uban. Kulit pokok, daun dan akar pokok daun kari digunakan sebagai tonik. Pucuk daun muda juga boleh dibuat ulam.

Daun kari boleh dijadikan tonik herba untuk menguatkan perut dan meningkatkan keupayaannya serta mengatasi masalah penghadaman. Ia juga boleh digunakan sebagailaksatif (julap) lemah untuk mengatasi masalah sembelit. Jus daun kari yang dicampur dengan madu juga dapat menjadi penawar kepada cirit birit dan buasir.

Jus daunnya yang segar dicampur dengan jus limau nipis digunakan untuk mengatasi masalah loyadan pening terutamanya akibat makan lemak yang berlebihan. Caranya dengan mencampurkan satu sudu teh jus daun kari dan satu sudu teh jus limau nipis. Daun kari juga berkesan dalam mengatasi masalah haid dan penyakit gonorea (gonorrhea) menghilangkan rasa loya dan pening-pening lalat bagi wanita mengandung.

Air rebusan kulit batangnya yang kering dapat digunakan untuk mengubat diabetes. Amalan memakan 10 helai daunnya setiap hari selama 3 bulan dikatakan dapat mencegah kencing manis yang disebabkan oleh keturunan dan kegemukan.




Buahnya yang didihkan dengan minyak kelapa hingga kehitaman boleh dihancurkan dan digunakan untuk merawat gigitan serangga dan haiwan berbisa. Daunnya yang dihancurkan dan dijadikan pes boleh digunakan untuk merawat lebam dan bengkak dengan cara menampalnya pada bahagian yang sakit.

Daun kari juga berkesan menyembuhkan penyakit cirit-birit dan penyakit berak darah yang juga disebut disentri. Daun kari dan akarnya juga dikatakan baik untuk peredaran darah dan boleh bertindak sebagai sedatif.

Walaupun terdapat pelbagai kegunaan tumbuhan ini, namun penggunaannnya perlu mendapat nasihat daripada pengamal perubatan untuk mengelakkan kemudaratan di kemudian hari kelak.

kredit: rakangroup


Salam Ukhuwah..~

Rabu, 5 Jun 2013

7 Pagar Diri Dari Sihir Dan Syaitan

Gambar sekedar hiasan sahaja.

(Imam Malik) Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, bahawa Baginda s.a.w. bersabda:

"Aku tinggalkan dalam kalangan kamu dua perkara yang kamu tidak akan sesat selagi kamu berpegang teguh kepada keduanya, iaitu kitab Allah dan sunnah Rasulullah saw."
MEMAGARI DIRI DARI SIHIR
Cara memagar diri dari ilmu hitam (sihir) Di bawah ini ini di nyatakan cara-cara atau amalan yang boleh di lakukan untuk memagar diri anda dari perbuatan jahat tukang sihir atau pengamal ilmu hitam. Sihir mungkin tidak mengenal siapa anda. Ia boleh menyerang anda.. ketahuilah cara memagari diri anda dari sihir dan gangguan syaitan.


Pagar Pertama (1)


Makan Tamar 'Ajwah dan Tamar Madinah.
Amalkan memakan tamar (kurma) 'Ajwah dan jika boleh makan bersama dengan Tamar Madinah. Sekiranya anda tidak boleh mendapatkan kedua-dua jenis tamar tersebut, makanlah apa-apa jenis tamar yang ada supaya menepati sabda Rasulullah s.a.w. yang berbunyi:
"Barangsiapa yang memakan tujuh biji tamar 'Ajwah,dia tidak akan mendapat sebarang kemudaratan racun atau sihir yang terkena pada hari itu".
Riwayat al Bukhari.


Pagar Kedua (2)

Berwuduk sebelum tidur.Sihir tidak akan memberi sebarang kesan terhadap seseorang muslim yang mempunyai wuduk. Setiap muslim yang berwuduk akan sentiasa dikawal ketat oleh para Malaikat sebagaimana diperintahkan oleh Allah s.w.t. kepada mereka.
Sabda Rasulullah s.a.w.: Ertinya:
"Sucikanlah jasad-jasad ini mudah-mudahan Allah akan menyucikan kamu. Kerana sesungguhnya tiada seorang pun dari mereka yang bersuci terlebih dahulu sebelum tidur, melainkan ada bersamanya seorang Malaikat. Malaikat tersebut tidak akan pernah terlalai walaupun sedetik untuk mengucapkan doa: 'Ya Allah! Ampunilah dosa hambaMu ini kerana dia telah tidur dalam keadaan bersuci'"
Riwayat at Tabraaniy dengan sanad yang baik.


Pagar Ketiga (3)

Mengambil berat tentang solat berjemaah akan menjadikan seseorang muslim bebas serta aman dari gangguan syaitan.Bersikap sambil lewa terhadap solat berjemaah menyebabkan syaitan akan mengambil peluang untuk mendampingi mereka. Apabila selalu berdampingan, lama kelamaan ia akan berjaya merasuk, menyihir atau melakukan kejahatan lain.

Mengikut riwayat Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. telah bersabda : Ertinya:
'Mana-mana kampung mahupun kawasan kawasan hulu yang tidak mendirikan solat berjemaah meskipun penduduknya cuma tiga orang, nescaya akan didampingi oleh syaltan. Oleh itu hendaklah dirikan solat berjemaah. Sesungguhnya serigala akan memakan kambing-kambing yang menyendiri dari puaknya.'
Riwayat Abu Daud dengan sanad yang baik.


Pagar Keempat (4)

Mendirikan Solat Tahajjud untuk memagarkan diri dari sihir.Bangunlah mengerjakan solat malam dan janganlah mempermudah-mudahkannya.Sifat mempermudah-mudahkan bangun bersolat malam boleh memberi ruang kepada syaitan untuk menguasai diri seseorang itu. Apabila syaitan telah mampu menguasai diri seseorang, maka dirinya adalah tak ubah seperti bumi yang ketandusan akibat kesan tindakbalas hasil perlakuan syaitan tersebut.

Ibnu Mas'ud r.a. telah berkata: Rasulullah s.a.w. pernah diberitahu tentang perihal seorang lelaki yang tidur hingga ke Subuh dengan tidak mengerjakan solat malam, maka Rasulullah s.a.w. pun bersabda: Ertinya:
"Sesungguhnya syaitan telah kencing di dalam telinganya"
Riwayat al Bukhari dan Muslim.


Pagar Kelima (5)

Membaca doa perlindungan apabila masuk di dalam tandas. Tandas adalah tempat kotor dan merupakan rumah bagi syaitan. Oleh itu ia akan cuba sedaya upaya menggunakan kesempatan yang ada untuk menguasai seseorang muslim setiap kali orang itu masuk ke tandas. Di dalam sebuah buku seorang mangsa sihir telah melapurkan bahawa dia pernah memasuki tandas dengan tidak membaca doa perlindungan. Seketika kemudian dia telah dirasuk oleh syaitan.

Apabila Rasulullah s.a.w. mahu memasuki tandas, Baginda s.a.w. akan membaca doa perlindungan dengan berkata : Ertinya:
"Dengan nama Allah. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung denganMu dari sebarang kekotoran dan gangguan syaitan".
Riwayat al Bukhari dan Muslim.

Maksudnya adalah berlindung dari gangguan syaitan-syaitan jantan atau betina. ( DOA MASUK TANDAS )



Pagar Keenam (6)

Memagar isteri selepas selesai akad nikah. Selepas majlis akad nikah, pada malam pengantin sebelum memulakan adab-adab berpengantin yang lain, hendaklah suami meletakkan tangan kanannya di atas ubun-ubun kepala isterinya sambil berdoa :"Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau selubungi keatasnya, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan yang telah Engkau selubungi ke atasnya. Ya Allah berkatilah isteriku ini ke atasku dan lindungilah dirinya dari segala keburukan perbuatan orang-orang yang dengki, dan perbuatan tukang sihir apabila dia telah melakukan sihir dan dan perbuatan orang-orang yang suka melakukan tipu daya"
Riwayat Abu Daud dan menurut al Albaaniy sanadnya baik.


Pagar Ketujuh (7)

Berwuduk sebelum tidur,membaca ayat-ayat al Kursi dan berzikir kepada Allah sehingga terlelap. Dalam satu hadis sahih telah menceritakan bahawa syaitan telah berkata kepada Abu Hurairah: "Barangsiapa yang membaca ayat-ayat al Kursi sebelum tidur, dirinya sentiasa di dalam peliharaan Allah manakala syaitan sekali-kali tidak mampu mendekatinya sehinggalah ke waktu pagi'.

Rasulullah s.a.w. telah bersetuju dengan cerita Abu Hurairah tersebut sambil berkata:
"Ia telah bercakap benar kepada engkau, walhal ?l-as sendiri sememangnya penipu" Riwayat al Bukhari.

kredit: rakangroup


Salam Ukhuwah..~

Selasa, 4 Jun 2013

Bersuara Atau Diam



Diriwayatkan daripada Abu Syuraih al-Khuza'iy r.a katanya:

Nabi s.a.w bersabda:
"Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada jiran tetangganya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia memuliakan para tetamunya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam." 


Penerangan Hadis:
Mengenal Manusia

Allah SWT memiliki suatu sifat dan akhlaq yang sebenarnya amat akrab dengan kehidupan manusia. Iaitu mustahil bagi Nya berbuat perkara yang sia-sia, tanpa tujuan, ataupun mengandungi kesalahan. Kalaupun ada penciptaan atau kejadian yang tampak kejam, ia hanyalah bersifat sementara.

Ertinya, jika dilihat dan diteliti, akhirnya ia akan membuktikan bahawa dibalik kejadian itu semua ternyata mengandung nilai-nilai kebenaran. Dan dalam hal ini, manusia memang harus banyak melihat sejarah hidupnya secara peribadi mahupun sejarah kemanusiaan itu sendiri, tujuan ia diciptakan, ke mana destinasinya dan sebagainya.

Akhlaq tersebut amat akrab dengan kita kerana ia tercermin kemanapun kita melihat. Pantulannya boleh dilihat kepada sesiapa yang ingin melihat. Sulit bagi kita untuk menyebutkan suatu makhluq atau kejadian alam yang diciptakan tanpa ada gunanya.

Seolah semua menyiratkan bahawa Allah SWT menciptakan ini untuk sebuah tujuan. Bukan sekadar permainan tanpa arah. Firman Nya:

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan mengandungi kesalahan. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (38: 27)


Tujuan Hidup

Kejadian seekor nyamukpun ternyata begitu penting di mata Allah, sehingga disebutkan di al-Quran. Firman Nya:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka memiliki ilmu sehingga mereka tahu bahwa itu adalah al-haq dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:"Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (2: 26)

Tetapi kenapa manusia sentiasa kebingungan mencari dan mengenalpasti fungsinya? Kenapa kita senantiasa tertanya-tanya tentang tujuan keberadaan kita di muka bumi ini? Kenapa diri manusia dipenuhi sikap-sikap ketidaktahuan akan fungsinya? Apakah mungkin kita hidup tanpa tujuan yang jelas, kukuh dan konkrit?

Tidak mungkin!

Allah SWT menjadikan seekor nyamuk pun ada manfaat dan fungsinya. Bahkan sejak lahir mereka sudah tahu apa yang harus dibuat dan apa fungsi yang harus dijalankan.

Kerana itu amat mustahil, bila susuk tubuh insan yang Allah khabarkan diciptakan dalam 'ahsani taqwim' (pembentukan yg paling sempurna), dilahirkan hanya untuk sia-sia dan tanpa tujuan.

Apa mungkin seorang manusia lahir hanya untuk membesar dewasa, berkeluarga, dan mati?

Sesungguhnya pada manusia itulah tugas yang amat berat dipikul tambahan pula ia sebagai wakil Allah SWT di atas muka bumi ini, untuk mentadbir alam. Ingat, langit, bumi, gunung-ganang, bukit-bukau semuanya tidak sanggup membawa amanah Allah, kecuali manusia yang menyatakan kesanggupannya.

Justeru, manusia perlu berhati-hati dalam melaksanakan tanggungjawab ini supaya tidak tergolong di dalam manusia yang berbuat kezaliman dalam kejahilan.

Lebih baik diam dari mengomen perkara yang kita tidak tahu. Tidaklah nanti dikata orang, hanya berani dibelakang, tetapi bila diajak bermuzakarah, berdiskusi, batang hidung pun tidak kelihatan.


kredit: Sahih Muslim


Salam Ukhuwah..~

Isnin, 3 Jun 2013

Akhlak Muslim



"Jagalah dirimu dari perkara-perkara yang haram nescaya anda menjadi manusia yang paling 'abid, dan terimalah dengan penuh kerelaan akan pembahagian yang telah ditentukan Allah kepada anda nescaya anda akan menjadi manusia yang paling kaya. Berbudilah kepada jiran anda, nescaya anda menjadi mu'min yang sebenar, dan cintailah kepada orang lain apa yang dicintai anda untuk diri anda sendiri, nescaya anda menjadi seorang muslim yang sebenar, dan janganlah banyak ketawa kerana banyak ketawa itu akan mematikan hati."


(diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari abu Hurairah)



Tujuannya : 

Dalam hadis ini dibentang kepada kita beberapa garis panduan akhlak muslim yang kita perlu hayati dan laksanakan dalam kehidupan agar dapat satu bentuk hidup yang luhur, yang penuh kedamaian dan kesejahteraan.


1) Menjauhi perkara-perkara yang diharamkan

Untuk mencapai darjat para muttakim, siddiqin, a'bidin dan solihin, seseorang itu perlu berusaha sedaya upaya menghindari dirinya dari terjerumus ke dalam perkara-perkara maksiat dan haram seperti makanan, minuman, perbuatan, tutur kata, .pendengaran, penglihatan dan tindakan.

Usaha bagi menghindari perkara-perkara ini amatlah rumit kerana ia biasanya begitu hebat mempersonakan keinginan dan kecenderungan hati.


2 Relakan pengurniaan dari Allah

Untuk mencapai ketenteraman jiwa, seseorang muslim itu haruslah membentuk sifat-sifat qanaah(berpada) sifat tidak tamak dan haloba dalam memenuhi keperluan hidup apabila ia merasa cukup dan rela serta bersyukur maka ia merasa dirinya selaku orang yang paling kaya didunia.


3. Hubungan baik dengan jiran

Untuk mencapai ketenteraman sosial setiap Muslim haruslah menjalankan hubungan yang baik dan mesra dengan jiran tetangga kerana mereka adalah kelompok manusia yang paling hampir dengan kita selain ahli keluarga yang lain.


4. Cintakan orang lain

Islam adalah agama kasih sayang dan damai dari kekusutan hidup. Oleh itu setiap Muslim haruslah menaruh rasa kasih sayang terhadap orang lain sama dengan perasaan kasih terhadap dirinya sendiri. Apa yang tidak disukainya berlaku kepada dirinya harus pula tidak disukainya berlaku pada orang lain.


5. Jangan banyak ketawa

Ketawa pernah disifatkan sebagai "ubat jiwa". Akan tetapi sesuatu ubat akan berubah menjadi racun apabila berlebihan akan membuatkan seseorang itu tidak serius dalam kerja dan kehidupannya dan membuatkan hati nuraninya mati dalam keseronokan dan fikirannya tidak tajam dengan banyak ketawa. Barangsiapa banyak ketawa didunia dia akan menangis di akhirat dan barangsiapa menangis di dunia dia akan ketawa di akhirat.


Salam Ukhuwah..~

Ahad, 2 Jun 2013

5 Panduan Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat

Gambar sekedar hiasan sahaja.


Untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat mudah sangat, panduannya ada 5 ( lima ) seperti dibawah ini;



1. Selalu mengucapkan kalimah tayyibah iaitu “La ilaha illallah muhammadar rasulullah”.

Sabda Rasulullah s.a.w. yang bemaksud: “Banyakkanlah berzikir kepada Allah pada setiap perkara kerana tidak ada amal yang paling dicintai oleh Allah dan tidak ada yang menyelamatkan seorang hamba daripada keburukan di dunia dan akhirat melainkan berzikir kepada Allah.”


2. Apabila ditimpa sesuatu musibah, ucapkanlah “Innalillahi wa-inna-ilaihi-rojiun.”

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Janganlah memperbanyakkan perkataan melainkan zikir kepada Allah.

Sesungguhnya banyak ucapan yang bukan zikir kepada Allah menjadikan hati kesat. Orang yang paling jauh daripada Allah ialah orang yang mempunyai hati yang kesat.”
Hadis riwayat at-Tarmizi.

Sabda Rasulullah s.a.w. bermaksud:
“Apakah tiada aku tunjukkan kepadamu kunci untuk membuka pintu daripada pintu-pintu syurga?” Kata sahabat, “Apakah kunci untuk pintu syurga itu?” Jawab Rasulullah s.a.w. “Dengan sentiasa menyebut “Lahaula-wala quwwata-illa billahil ‘aliyi-azim.” Zikir ini bermaksud, “Tiada daya, tiada kekuatan melainkan dengan izin Allah.” Apabila zikir ini selalu disebut-sebut, insya-Allah seseorang itu akan diberi ketenangan dalam menerima ujian dan keredaan daripada Allah.


3. Apabila dikurniakan nikmat, maka ucapkanlah “Alhamdulillah” sebagai tanda bersyukur atas nikmat yang diberi oleh Allah.

Rasulullah s.a.w. bersabda, bermaksud: “Ucapan yang paling disukai oleh Allah ada empat iaitu Subhanallah, Alhamdulillah, Wa la ilahaillallah, Allahu akbar.” Rasulullah s.a.w. bersabda bermaksud: “Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang berada di atasnya diserahkan ke tangan seorang daripada umatku, kemudian orang itu berkata Alhamdulillah, maka ucapan Alhamdulillah itu lebih berharga daripada seluruh harta itu. Ini kerana harta dunia akan habis, tetapi ucapan Alhamdulillah
itu akan berkekalan selama-lamanya hingga akhirat.”



4. Ucapkanlah Bismillahir-rohmanir-rahim ketika hendak memulai sesuatu pekerjaan.

Rasulullah s.a.w. bersabda bahawa; " Setiap pekerjaan baik yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka pekerjaan itu tidak mendapat keberkatan daripada Allah."


5. Ucaplah “Astaghfirullahal-azim wa atubu ilaih” apabila terbuat dosa.

Rasulullah s.a.w. bersabda, “Perlukah aku beritahu kepadamu tentang suatu penyakit dan ubatnya kepada kamu? Sesungguhnya penyakit manusia itu adalah dosa, dan ubatnya adalah istighfar.” Sebagai manusia kita tidak sunyi daripada melakukan salah dan dosa, maka cepat-cepatlah beristighfar dan bertaubat kepada Allah. Dalam hadis lain Rasulullah bersabda, yang bermaksud, “Barang siapa yang membiasakan dirinya membaca istighfar, Allah akan melepaskannya daripada segala macam kesempitan dan terlepas daripada setiap kesusahan dan Allah memberi rezeki kepadanya dengan tidak disangka-sangka.” Hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah.

Mudah-mudahan panduan ini dapat diamalkan untuk mendapatkan kehidupan yang diredai oleh Allah dan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.

kredit: majalah tempatan


Salam Ukhuwah..~

Sabtu, 1 Jun 2013

Wanita Cantek Goda Malaikat



DIRIWAYATKAN daripada Nafi’ dari Abdullah Umar, bahawa Rasulullah s.a.w pernah bersabda bermaksud: “Ketika Nabi Adam a.s diturunkan Allah ke bumi, maka berkatalah malaikat, “Wahai Tuhanku, mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui.”

Malaikat berkata, “Kami adalah orang lebih patuh kepada Engkau berbanding anak keturunan Adam.”

Kepada malaikat, Allah berfirman: “Panggillah ke mari dua malaikat. Aku akan turunkan mereka ke bumi hingga kamu dapat melihat apa yang dilakukan kedua-dua malaikat itu!”

Malaikat menjawab, “Tuhanku, biarlah Harut dan Marut saja yang melakukannya!”

Harut dan Marut pun diturunkan ke bumi, lalu Allah mencipta seorang wanita daripada bunga (Zahrah) yang amat cantik. Zahrah pun mendatangi kedua-dua malaikat itu untuk menggodanya.

Kedua-dua malaikat itu tertarik dengan kecantikan Zahrah hingga timbullah keinginan terhadapnya.

Zahrah berkata, “Tidak, demi Allah, jika kamu mahu mengucapkan kalimah musyrik ini!”

Kedua-dua malaikat itu menjawab, “Tidak, demi Allah, sedikit pun kami tidak mahu mempersekutukan Allah untuk selama-lamanya!”

Zahrah meninggalkan mereka berdua. Beberapa saat kemudian, dia kembali lagi membawa anak kecil.

Apabila mendekati kedua-dua malaikat itu Zahrah berkata, “Tidak demi Allah, sebelum kamu bersedia membunuh anak kecil ini!”

Kedua-dua malaikat itu menjawab, “Tidak, demi Allah selamanya aku tidak akan membunuhnya!”

Zahrah meninggalkan mereka dan datang semula sambil membawa segelas arak. Setelah menyapa malaikat, Zahrah berkata, “Tidak, demi Allah, sebelum kamu berdua minum arak ini!”

Akhirnya kedua-dua malaikat itu meminumnya hingga mabuk dan kemudian mereka berzina dengan Zahrah sebelum membunuh anak kecil itu.

Apabila kedua-dua malaikat itu sedar, Zahrah berkata, “Demi Allah, ketika kamu dalam keadaan mabuk tadi, kamu sudah melakukan semua yang sudah kamu tolak sebelum ini.”

Akhirnya Harut-Marut diperintah untuk memilih antara seksa dunia atau di akhirat. Kedua-duanya memilih seksaan di dunia.

Diriwayatkan Makhul daripada Mu’adz, ketika kedua-dua malaikat itu sedar, maka datanglah dari sisi Allah malaikat Jibril kepada mereka.

Pada saat Jibril datang, kedua-duanya menangis dan Jibril ikut menangis sambil berkata, “Cubaan apakah yang membuat kamu hanyut seperti ini?”

Mendengar ucapan Jibril itu, tangisan kedua-duanya menjadi semakin kuat. Jibril berkata, “Sesungguhnya Tuhan kamu sudah memerintahkan kepada kamu untuk memilih antara azab di dunia atau azab di akhirat.”

Maka tahulah mereka dunia ini hanya sementara, sedangkan akhirat kekal abadi dan sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada semua hamba-Nya. Kedua-dua malaikat itu akhirnya memilih hukuman di dunia dan menyerahkan nasibnya kepada kehendak Allah.

Perawi hadis itu berkata, “Harut dan Marut pada saat itu berada di wilayah Badil, Parsi. Mereka digantung di antara dua gunung pada sebuah gua bawah tanah. Setiap hari mereka diseksa hingga pagi.”

Ketika berita hukuman itu diketahui malaikat yang lain, mereka mengepak-ngepakkan sayap sambil berdoa di Baitullah:

“Ya Allah, ampunilah anak cucu Adam kerana kami kagum bagaimana mereka dapat menyembah dan taat kepada Allah, padahal mereka dikelilingi beberapa kesenangan dan kelazatan.”

Al-Kalabi berkata, “Seterusnya malaikat pun sentiasa memohon ampun kepada anak cucu Adam. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah, “Dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohon ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.”

Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas, bahawa Allah berfirman kepada malaikat, “Pilihlah tiga yang termulia antara kamu!”

Malaikat memilih Azar, Azrayil dan Azwaya. Ketiga-tiga malaikat itu diturunkan ke bumi dalam bentuk dan rupa anak Adam. Ketika Azar mengetahui semuanya dan mengerti terhadap fitnah yang ada, maka dia mengambil kesimpulan bahawa dirinya tidak mampu melaksanakannya. Akhirnya, Azar memohon ampun kepada Allah serta memohon maaf dan Allah mengampunkannya.

Rabi’ Anas berkata, ketika Harut dan Marut sedar daripada mabuk, mereka akhirnya menyedari kesalahan yang sudah dilakukan ketika mabuk. Mereka menyesal.

Mereka ingin naik kembali ke langit, tetapi mereka sama sekali tidak mampu melakukannya, malah tidak mendapat keizinan. Mereka menangis dan meratapi nasib mereka.

Kedua-dua malaikat itu lalu mendatangi Nabi Idris a.s. sambil berkata, “Aku mohon supaya engkau mendoakan aku kepada Allah kerana sesungguhnya di langit aku sudah mendengar bahawa engkau disebut-sebut sebagai orang yang soleh.”

Nabi Idris a.s. mendoakan kedua-dua malaikat itu dan doanya dikabulkan hingga akhirnya mereka diperintahkan memilih antara azab di dunia atau akhirat.

Diceritakan pula ketika malaikat berkata kepada Allah, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah,” maka mereka pun mengelilingi ‘Arsy’ selama empat ribu tahun. Mereka memohon ampun kepada Allah kerana menentang-Nya.

kredit:  buku Aneh, Lucu dan Ajaib terbitan Pustaka Ilmi


Salam Ukhuwah..~